inspirational diary


Family Comes First

01 September 2017

Retianna Cheriya Shakina
Housewife and entrepeneur

Melepas jabatan yang relatif tinggi yakni ‘Section Head’ di sebuah perusahaan besar, tentu bukan hal yang mudah. Namun keputusan tersebut diambil oleh Retianna Cheriya Shakina demi keluarganya. Ketika sang suami melanjutkan studi jenjang S2 di Manchester, wanita yang kerap dipanggil Tinna tersebut resign dari pekerjaannya untuk turut serta bertolak ke Inggris bersama dua orang anak mereka saat itu.

Selama menetap di negeri orang, Tinna melakukan segala peran ibu rumah tangga sendiri tanpa bantuan asisten rumah tangga maupun nanny. “Awalnya excited banget sih menjadi full time mom. Tapi setelah dijalani ternyata berat sekali ya!,” ungkapnya. Bagi Tinna, mengerjakan presentasi untuk atasan atau klien masih jauh lebih ringan ketimbang keseharian mengurus 2 anak balita. Meski mengaku lelah secara fisik serta psikis, Tinna menyadari berbagai manfaat yang diperolehnya melalui pengalaman tersebut.

“Yang pasti mindset berubah, nggak lagi tergantung sama nanny,” ujar Tinna. Dirinya sangat bersyukur jadi terbiasa hands-on mengurus anak-anak, mulai dari membuatkan makanan, mengantar ke sekolah, memandikan, menemani bermain, dan sebagainya. Wanita kelahiran 10 Februari 1982 tersebut pun mengaku makin terampil memasak selama dua tahun berada di Inggris.

Setelah suaminya menyelesaikan studi dan keluarga mereka kembali ke Jakarta, Tinna sempat terpikir untuk bekerja kantoran lagi. Namun tanpa disangka-sangka dirinya berbadan dua. Akhirnya, rencana untuk kembali menjadi wanita karier pun tak jadi dieksekusi. Tinna kembali memilih keluarga sebagai prioritas utama, fokus pada kehamilannya saat itu hingga si bayi hampir berusia 1 tahun sekarang ini.

Selain si bayi bungsu Atreya Kanna Iswantoro (Kanna), kedua anak Tinna yang lain sudah memasuki usia sekolah. “Si sulung Abyan Reyshad Iswantoro usianya 8 tahun, yang kedua Aqeela Shanayra Iswantoro atau Shana itu 6 tahun. Keduanya sudah cukup mandiri sih, terutama Abyan,” ungkap Tinna. Oleh sebab itu, Tinna sudah mulai bisa punya waktu dan kesempatan untuk memiliki aktivitas lain. Wanita yang pernah mengenyam pendidikan Management Design hingga jenjang S2 tersebut memilih bisnis clothing line, dijalankan bersama dengan adiknya.

Kita bikin mukena, kaftan, baju koko, sarung—semua untuk anak-anak dan targetnya premium. Semua kita desain sendiri. Harga memang relatif mahal di atas produk sejenis merek lain, karena eksklusif, kita pikirkan benar-benar desain dan bahannya,” jelas Tinna. Melalui akun instagram @mylulua, Tinna mengaku menjalankan bisnis ini relatif santai dengan sang adik. Meski begitu, bisnis ini berkembang cukup positif. Terbukti dengan permintaan konsumen agar produk Lulua dijual sampai ke Singapura dan Malaysia. “Kita juga berencana bikin untuk dewasa, tapi sekarang masih pelan-pelan. Nanti kalau Kanna sudah lebih besar, baru deh saya bisa lebih fokus mengembangkan bisnis ini, pungkasnya.                        

Sebagai seorang ibu, kesehatan keluarga merupakan salah satu hal yang paling diperhatikan dan dijaga oleh Tinna. Khusus untuk kesehatan kulit, Tinna sangat percaya dan mengandalkan Erha. “Anak saya yang kedua, Shana, memiliki masalah eksim (dermatitis atopik). Kondisi ini bawaan dari suami saya. Sejak kecil sekali sudah mulai tampak gejala eksim pada kulit Shana seperti kulit sangat kering dan juga sering gatal,” paparnya. Untuk menangani masalah kulit Shana tersebut, Tinna sempat membawanya berobat ke poli kesehatan kulit sebuah rumah sakit ternama. Akan tetapi setelah diobati gejala eksimnya tak kunjung berkurang. “Setelah itu saya bawa ke Erha, masalahnya langsung teratasi dengan baik. Jadi setiap ada masalah kulit keluarga saya cuma percaya Erha. Pasti tuntas,” ungkap Tinna dengan tegas.

Setali tiga uang, ibunda Tinna pun kini sangat mengandalkan Erha. “Jadi ceritanya ibu saya pernah mengalami masalah bald spot—ada satu bagian di kepala yang rambutnya menipis sekali nyaris botak. Saat itu saya langsung sarankan ibu perawatan di Erha, daripada mencoba-coba produk ini itu yang belum tentu menyelesaikan masalah,” kata Tinna. Meski awalnya menolak, akhirnya sang ibunda menuruti saran putrinya. “Setelah perawatan di Erha, masalahnya segera teratasi. Rambut mama mulai tumbuh kembali, tak ada lagi bald spot,” jelas Tinna. Berkat pengalaman tersebut, sang ibunda percaya penuh pada Erha sebagai ahlinya kesehatan kulit.

Tinna sendiri saat ini mulai menjajal produk otc (over the counter) Erha yakni Age Corrector Serum. “Sebenarnya kulitku tipe yang ‘nggak rewel’, nggak repot merawatnya. Tapi aku sadar usiaku sudah tak muda lagi, sudah mulai muncul noda kecil dan kerutan halus,” ujarnya. Wanita yang hobi traveling itu kemudian mencari produk perawatan kulit dengan manfaat anti aging. “Saya cari produk yang praktis, tapi nggak mau beli produk skin care yang umum dijual di drugstore karena menurut saya kurang efektif. Saya mau yang hasilnya terlihat, dan saya percaya pada kualitas Erha,” terang Tinna. So far dirinya merasa nyaman dan puas menggunakan Age Corrector Serum, sama seperti anggota keluarganya pun nyaman merawat kulit bersama Erha.

Penulis: Sonya Tampubolon/ Photo : Riesma Pawestri.