inspirational diary


Love and Live The Challenge

01 October 2016

Yenny Stutts
Senior Bussiness Development Manager aCommerce

Banyak orang bisa mengaku sebagai “pencinta tantangan”, namun pasti tak banyak orang yang benar-benar mencari dan sanggup menjalani tantangan dalam berbagai hal di hidupnya. Salah satu dari sedikit orang yang seperti itu adalah Yenny Stutts. Wanita cantik kelahiran 2 Maret 1982 ini meninggalkan kenyamanan tinggal di luar negeri untuk hidup di Jakarta yang penuh tantangan, memilih pekerjaan yang memberinya banyak tantangan, punya hobi berbagai kegiatan menantang, bahkan mengaku memulai relationship dengan pasangannya saat ini karena merasa tertantang oleh sosok pria tersebut. From professional to personal life, it is all about challenge for her.

Yenny Stutts lahir dan besar di Amerika Serikat, baru pada tahun 2007 dia resmi menjadi Warga Negara Indonesia. Pada saat itupun Yenny masih sempat tinggal di London dan juga Singapura untuk urusan pekerjaan. Namun akhirnya sekitar 4 tahun lalu, wanita yang berprofesi sebagai Senior Business Development Manager aCommerce ini memilih untuk menetap di Jakarta.

“Sejak Februari 2014 saya bergabung dengan aCommerce, saat itu tim kami hanya terdiri dari 4 orang,” ungkap Yenny. aCommerce sendiri merupakan perusahaan yang melakukan eksekusi layanan dari hulu ke hilir untuk sebuah bisnis online. “Sebagai end-to-end e-commerce service, layanan aCommerce meliputi konsultasi, web building, digital marketing, sampai providing warehouse dan segala operasionalnya,” jelas Yenny. Dalam waktu 2,5 tahun aCommerce berkembang pesat, dan kini memiliki lebih dari seribu orang staf.

Posisi aCommerce saat ini tentu tak diperoleh dengan mudah, melainkan hasil dari kerja keras seluruh tim—including Yenny. Bertemu dengan klien, melakukan presentasi, mengerjakan research seputar klien (brand dan retail) beserta target market-nya, menyiapkan business proposal, dan memantau seluruh implementasi hingga klien brand/retail tersebut going e-commerce, adalah hal-hal ‘menantang’ yang mesti dilakukan oleh Yenny dalam pekerjaannya. Tak tanggung-tanggung, dia rela hanya punya waktu tidur 4-5 jam setiap malam karena kesibukan pekerjaannya.

Menyadari gaya hidupnya yang minim istirahat, Yenny mengimbanginya dengan pola makan sehat. Pagi hari Yenny tak pernah alpa minum jus hijau yang terdiri dari seledri, timun, nanas, kiwi, dan pok choy. Untuk makan siang, wanita yang juga punya clothing line bernama Samoda tersebut memilih menu serba rebus. “Karena lama tinggal di luar negeri, saya nggak terbiasa makan nasi,” ungkapnya. Sebagai cemilan, Yenny suka kacang-kacangan yang juga sehat seperti almond. Sedangkan untuk makan malam biasanya dia menyantap salad ataupun quinoa.

Selain dari pola makan, healthy lifestyle Yenny juga ditunjang dengan karakternya sebagai sosok wanita yang sangat aktif. Dia kerap melakukan aktivitas outdoor yang menantang seperti hiking, diving, jet ski, serta kite surfing. Bersama sang pacar, Yenny kerap mengisi akhir pekan dengan kencan yang ‘tak biasa’ seperti main basket ataupun kite surfing. “Lebih sering mendadak. Apalagi untuk kite surfing kita perlu lihat kondisi angin, biasanya aku cek aplikasi di smartphone. Kalau ternyata angin oke, langsung ajak pacar, ” paparnya dengan antusias.

Gaya hidup sehat dan aktif yang dijalani Yenny tak lantas membuat wanita yang punya motto hidup Be Simple, Be Natural, and Be Happy ini imun terhadap masalah kulit. “Sebenarnya dulu kulit saya nggak pernah bermasalah dan tak butuh perawatan macam-macam. Hanya suatu kali saya pernah menjajal sebuah produk skincare ternama dan tiba-tiba wajah dipenuhi jerawat kecil-kecil yang sangat mengganggu,” ujar Yenny. Wanita yang rutin mengunjungi Erha Clinic Pondok Indah ini tidak menyangka bahwa produk perawatan kulit dari brand internasional (yang harganya pun tak murah) ternyata malah memberi efek negatif pada kulitnya.

“Sempat down sih dengan kondisi wajah saya waktu itu. Untungnya saya membuat keputusan tepat dengan mengunjungi Erha Clinic. Awalnya, saya mengunjungi Erha Bintaro. Tapi akhirnya rutin perawatan di Pondok Indah dengan Dr. Shalina,” terang Yenny. Setelah berkonsultasi dan memeriksakan kulit pada Dr. Shalina Sebayang, masalah kulit Yenny segera teratasi dengan baik. “Dr. Shalina itu sangat komunikatif dan interaktif, selalu mengajak pasien berdiskusi bukan cuma kasih instruksi. Selain itu dia juga akurat menilai kondisi kulit dan memberikan solusi bagi masalah kulit. She’s a professional!” ujar Yenny dengan tegas.

Selain merasa puas dan cocok dengan Dr. Shalina, Yenny betah berada di klinik Erha yang dinilainya relaxing. “Aku juga suka banget facial-nya Erha, enak! Facial therapist-nya ramah. Dan yang paling oke, efek glowing setelah facial itu bisa bertahan sampai 2,5 minggu,” ungkapnya dengan wajah berseri. “Sampai saat ini saya sudah hampir 2 tahun menjadi pelanggan setia Erha. Untuk perawatan kulit saya rutin memakai produk Erha, facial sekali tiap 2-3 bulan, serta treatment photorejuvenation 2-3 kali dalam 6 bulan karena usia saya sudah di atas 30 tahun,” tambahnya. Meski penyuka tantangan, untuk urusan kulit Yenny nampaknya pilih ‘cari aman’ dan mempercayakannya di tangan dermatologist profesional Erha.    

Penulis: Sonya Tampubolon/ Photo : Riesma Pawestri