inspirational diary


Living is Sharing

01 January 2017

Nurfitriawati Khan, SH, M.Kn
Notaris, pemilik Kosshe Boutique

Gagal. Satu kata yang menjadi momok mengerikan; karena tak ada seorang pun ingin mengalaminya. Namun bila kenyataan hidup menghadapkan kita pada sebuah kegagalan, bukan tak mungkin kita justru menjadi orang yang lebih kuat dan hidup lebih berkualitas. Hal inilah yang dialami oleh Nurfitriawati Khan, SH, M.Kn yang akrab dipanggil Fitri.

Fitri sempat mengalami kegagalan bisnis tahun 2008. “Dulu seorang teman mengajak saya bisnis perumahan,” ujarnya. Wanita peranakan Pakistan dan Melayu-Cina Pontianak tersebut memang mengaku mewarisi jiwa bisnis dan bakat dagang bisnis dari sang ayah. Sayangnya bisnis perumahan tersebut gagal. “Ironisnya, teman saya malah pergi tanpa jejak, meninggalkan saya dengan sejumlah tanggungjawab yang masih menjadi PR saya hingga saat ini,” paparnya. Masa tersebut diakui sangatlah berat bagi Fitri. “Rasanya suliiiiit sekali. Keluarga dan anak-anak saya adalah penyemangat bagi saya untuk bangkit kembali dan memulai kembali dari awal,” ungkapnya.

Pasca kejadian tersebut, Fitri memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang strata 2 (S2) Kenotariatan di Universitas Diponegoro, Semarang. Lulus tahun 2010, wanita yang sudah mulai berbisnis pada usia 20-an tersebut pun resmi menjadi seorang notaris. Profesi ini dijalaninya bersamaan dengan bisnis fashion Kosshe Boutique yang telah didirikannya sejak 1999 di Pontianak.

“Pengalaman gagal mengajarkan saya tentang keikhlasan,” ujar Fitri. Wanita kelahiran 31 Desember tersebut menyatakan: “Meski banyak orang yang menyakitimu, namun ucapkan rasa syukurmu. Karena dengan adanya mereka yang menyakitimulah dirimu akan menjadi kuat dan hebat.”

Hikmah lainnya yang dirasakan oleh Fitri dari pengalaman gagal adalah semakin menyadari pentingnya berbagi. “Karena apa yang kita punya itu sesungguhnya bukan milik kita, makanya kita wajib berbagi,” pungkasnya. Dalam kondisi mengalami kerugian finansial yang cukup besar, dia justru mendirikan Rumah Alqur’an Rayhan—yakni tempat belajar Alqur’an bagi anak-anak yang tidak mampu.

Kewajiban berbagi juga ditunaikan oleh Fitri dengan cara menjadi dosen mata kuliah Hukum Agraria dan Teknik Pembuatan Akta di Fakultas Hukum Universitas Panca Bhakti, Pontianak. “Ilmu yang kita punya wajib kita bagikan ke semua orang yang membutuhkan,” tegasnya. Saat ini, ibu dari 3 orang anak tersebut berencana untuk mengambil pendidikan S3 bidang Hukum di Universitas Gadjah Mada, Yogayakarta. “Sampai kita mati pun yang namanya ilmu itu akan selalu terpakai,” ujar Fitri. Wanita yang senang membaca ini juga berencana untuk berbagi ilmu dan pengalamannya dengan cara menulis buku.

Di sela-sela kesibukannya sebagai notaris, pemilik butik, sekaligus dosen; Fitri tetap meluangkan waktu untuk menjalani hobinya yakni travelling. “Tiap tahun saya rutin travelling, biasanya bersama keluarga. Kalau suami kebetulan sibuk, atau kondisi tak memungkinkan untuk membawa anak-anak, saya pergi dengan sesama anggota komunitas pencinta travelling,” jelasnya.

Dari berbagai negara yang pernah dikunjungi, yang jadi favorit Fitri adalah Praha di Eropa Timur. “Tempatnya klasik dan banyak peninggalan bersejarah yang diabadikan,” ujar wanita yang pernah menjuarai sejumlah festival pop singer tingkat nasional tersebut. Meski sering berkunjung ke luar negeri, Fitri juga menyukai sejumlah lokasi wisata dalam negeri. “Daerah terakhir saya kunjungi di Indonesia itu Pulau Derawan. Kalau yang paling saya suka Bali dan Lombok lah, karena saya senang ke pantai dan juga diving,” ungkapnya. Adapun destinasi impian yang ingin sekali (dan belum sempat) dikunjungi oleh Fitri adalah Yunani dan juga Raja Ampat.

“Saya suka cari petualangan, dan menikmati lokasi atau negara yang dikunjungi dengan segala kondisi serta ragam budaya lokal setempat,” papar Fitri. Selain itu—like most women doFitri juga mengaku suka wisata belanja. “Saya mengoleksi tas, sepatu, dan parfum,” ujarnya.

Tak dapat disangkal lagi, Fitri termasuk sosok wanita yang sangat memperhatikan kesehatan dan penampilan. “Tiap pagi saya jogging, dilanjutkan dengan yoga atau pilates,” ujar Fitri. Biasanya, Fitri melakukan exercise bersama komunitasnya yang bernama Komunitas Cantik itu adalah Sehat. “Kalau kita nggak sehat, semua jadi tidak berarti. Sehat itu mahal!” pungkasnya.

Selain dengan berolahraga, kepedulian Fitri terhadap kesehatan dan penampilan juga dilakukan dengan rutin mengunjungi Erha Clinic Pontianak untuk perawatan rambut dan wajah. “Saya sangat suka facial di Erha, apalagi karena aktivitas outdoor seperti jogging membuat kulit saya kusam. Untungnya ada Erha yang membantu saya merawat kulit,” ungkapnya.  

Fitri mengaku sudah mengenal Erha sejak lama, “Sebelum Erha ada di Pontianak, saya sudah biasa mengunjungi Erha di Jakarta. Karena saya sering ke Jakarta untuk urusan butik, biasanya saya sempatkan sekalian ke Klinik Erha Kemanggisan untuk berkonsultasi dengan dr. Ronny,” ujar Fitri. Kehadiran Erha Clinic di Pontianak sangat disambut baik oleh wanita yang kini mempercayakan perawatan kulit dan rambutnya pada Dr. Ambar SpKK tersebut. Dokter yang ramah dan komunikatif saat konsultasi, harga terjangkau, serta suasana di klinik nan elit sekaligus homey merupakan sejumlah alasan yang membuat Fitri setia dengan Erha hingga sekarang.

Penulis: Sonya Tampubolon/ Photo : Riesma Pawestri.