inspirational diary


Saving Lives and Traveling

01 December 2017

Berbicara mengenai profesi yang berkaitan dengan life saving, mungkin lebih identik dengan dokter, life guard (penjaga pantai), ataupun petugas keamanan. Namun bagi Arlene Ratnasari, pekerjaannya di divisi Marketing perusahaan farmasi juga secara tak langsung dapat menyelamatkan nyawa orang lain.

“Pekerjaan saya adalah memasarkan obat resep. Obat-obatan ini sifatnya life saving dan hanya dapat diperoleh di Rumah Sakit berdasarkan resep dokter sesuai dengan kondisi individual pasien” terang wanita yang akrab disapa Arlene tersebut. Wanita kelahiran 2 Desember 1978 ini mengaku memang punya passion besar di bidang obat-obatan.

Meski sudah bekerja di bidang yang sesuai passion-nya, Arlene mengaku tetap menghadapi tantangan dari pekerjaannya; yakni menemukan cara-cara kreatif agar produknya lebih dikenal luas bukan hanya oleh dokter dan health care professional lainnya, tapi juga oleh konsumen langsung seperti pasien dan keluarga. “Saat ini kami membuat program yang langsung berinteraksi dengan konsumen, baik pasien maupun keluarganya. Karena kami melihat anggota keluarga seorang pasien pun mempunyai peran yang begitu besar. Tak hanya sebagai penyandang dana, tapi juga mendampingi pasien dalam membuat keputusan dan memberikan semangat supaya pasien cepat sembuh. Itulah sebabnya kami ingin melibatkan mereka lebih dalam,” papar Arlene. “Kami memberikan edukasi cara hidup sehat supaya mereka bisa mencegah terjadinya penyakit, serta memberikan motivasi pada keluarga yang bertugas menjadi care giver (perawat pasien). Dengan cara ini, kami lebih berempati dan memahami kebutuhan konsumen,” tambahnya.

Demi menjangkau lebih banyak dan lebih dekat dengan konsumennya, Arlene bersama tim kerap bertolak ke berbagai daerah di Indonesia. Arlene mengungkapkan bahwa ada cerita seru di balik setiap perjalanan dan semua destinasi. Hal ini sekaligus menjadi kesempatan bagi Arlene menjalani hobinya yakni traveling. Menurut wanita dinamis ini, traveling sambil bekerja membuatnya bisa mencapai work-life balance.

Bila bicara mengenai penampilan dan perawatan diri, wanita berwajah oriental ini mengaku andalkan Erha selama beberapa tahun belakangan. “Terutama untuk perawatan kulit wajah, aku percaya banget sama Erha,” tegas Arlene. Meski menyadari kulitnya bukan tipe yang terlalu banyak masalah, namun diakui ada rasa tak nyaman saat sesekali muncul jerawat. “Kalau aku lagi stres, langsung pengaruhnya ke kulit. Begitu pun kalau PMS atau sedang datang bulan pasti jerawatan,” ungkapnya. Saat hal ini terjadi, tak ayal Arlene segera melangkah ke klinik Erha untuk mengatasinya.

Arlene biasanya mengunjungi Erha Clinic Pondok Indah untuk berkonsultasi dengan dr. Srie Prihiantie, SpKK bila dirasa perlu. Selain itu, pemilik kulit berminyak ini juga kadang menyambangi Erha Clinic Kelapa Gading, Erha Apothecary (EA) Senayan City maupun EA Mal Kelapa Gading. “Enaknya EA itu easy access, karena ada di mal jadi bisa sekalian jalan-jalan. Hehe,” ujar Arlene.

Selain untuk perawatan wajah, wanita berambut panjang ini juga menyebutkan produk erhair Hair Grow Serum sebagai salah satu produk Erha favoritnya. “Luar biasa, hanya dalam 2 minggu, masalah rambut rontok langsung tuntas. Sekarang saya bebas beraktivitas tanpa takut lagi banyak rambut rontok tertinggal di baju atau sisir,” ujarnya dengan bangga. Sebagai pelanggan setia Erha, Arlene menitipkan harapan dan pesan agar Erha segera menerapkan sistem terpadu secara online.

Penulis: Sonya Tampubolon/ Photo : Riesma Pawestri.